Rabu, 03 Desember 2014

Kata-kata Cinta Untuk Mama

Dear Mama.. di dalam nyala lilin ini kugoreskan tinta tuk tuliskan betapa ku rindu segala tentang Mu.,,

Mama…maafkan aku, ketika kau membuka lembar surat ini dan mulai menggerakkan kedua bola mataMu yang sendu takkan kau temukan tulisan indah nan meluluhkan bak penulis dunia Tennyson ataupun Robert Frost, ataupun goresan-goresan kata Mahatma Gandhi yang maknanya mendalam,, sungguh! benar benar tak ada,,

Mama,,, dengan deret kata-kata sederhana dan apa adanya ini, izinkan aku bercerita sedikit tentang Mu,tentang kita,,,

Mama,,,pertama kali tuhan mengizinkan ku hadir di dunia ini,,kau lah ,,malaikat tak bersayap yang pertama kali menangis bahagia akan aku,,jerit tangisku lebih berharga dari kematian yang mendekap erat dirimu saat melahirkanku,,,dan masih engkau,,, wahai malakikat tak bersayap, yang pertaruhkan seluruh hidupMu demi manusia yang entah nantinya akan memuliakanMu atau menyia nyiakanMu,,,

Saat usiaku menginjak dua bulan,,,siang malam, hujan badai, bahkan debur ombak yang dengan puasnya menabrak karang tak kau hiraukan semua demi menjaga ku,,, sedetikpun kau tak biarkan aku menjerit karna lapar, menangis karna haus, dan meringkuk karna dinginnya dunia….

Sesekali kau mengusap keringat yang melintas didahiku,,, tidak! bukan sesekali,,,kau terus mengusap dan mengusap dahiku,,, bahkan kau jadikan bajumu untuk mengusap dahi anakMu yang nantinya entah mencium kembali dahiMu atau malah lupa akan wajahMu…..

Aku ingat betul Ketika usiaku 4 tahun kau antar aku ke taman kanak kanak,,sambil terkantuk kantuk kau setia menungguku didepan kelas, menunggu anakmu yang hanya bisa bermain dan menunggu anakmu yang hanya bisa merengek karna uang jajan yang kurang…atau ketika kau sedang tak bersamaku tiba tiba kau datang dari rumah dengan nafas tersengah sengah lalu berkata padaku ‘nak,,botol minum mu tertinggal’,,, oh God,,what a swell you are!

Mama,,, kini aku telah tumbuh menjadi wanita dewasa,, aku bukan lagi wanita kecil yang mudah terjatuh karna tumpukan krikil,,, setidaknya aku adalah wanita yang telah mampu berdiri dengan kedua lututku sendiri,,,mampu belajar bertahan dalam sakit, deras dan cadasnya dunia luar, namun satu,,,aku belum sanggup membalas semua pengorbananMu mama……

Mama..terlalu jauh jarak diantara kita untuk dapat ku raih jemari jemariMu yang mulai gemetar, atau memeluk erat pundakMu yang melai membungkuk dan sesekali melecut…atau masih terlalu jauh bagi seorang mahasiswa sepertiku untuk dapat mengirimkan mu sebongkah batu intan ataupun sepeti berlian,,, hanya beberapa gores kata ini yang mewakili betapa ku ingin berada disampingMu dan berkata lirih ‘ku sangat mencintaikMu,,betapa ku sulit,, sulit sekali, hidup jauh dariMu’…

Mama,,, aku sangat amat mengenalMu, aku takkan pernah menjadi aku tanpaMu,, saat kupantulkan diri pada cermin terindahpun takkan sampai ku bersanding denganMu,,dengan pengorbananmu,,,dengan kasih sayangmu. Jika ku boleh mengharamkan sesuatu, pasti kankuharamkan air matamu jatuh karna tersakiti ,,

Mama ,, sekian lama kau berbuat baik pada ku,,meletijkan dirimu menjadikan pelayan atas diriku,,,oh Tuhan,,, belum se ujung kukupun kasihku sampai pada jemari mu yang hangat,, kini aku sedang pergi ke dunia luas, pergi melewati jutaan kilometer jaraknya untuk sekedar terlihat pantas dihadapanMu,,membalas sedikit keringat dan pengorbananmu yang mungkin bisa ku bayar nantinya,,meski dunia dan seisinya berkata ‘ kasih ibu tak kan pernah terbalas dan terganti’ ,,,

Setiap hari, aku selalu bertanya pada diri ini, diri yang masih hina dihadapan Tuhan ini,,, ‘Sudah kah aku mendoakam Mu hari ini, mama ?, dan aku pantas membenci serta menyalahkan diri ini jika ternyata aku hidup dan berdiri melewati hari tanpa mengingatMu, mengingat sosok wanita yang seluruh hidupnya hanya memikirkan kebahagiaan anak-anaknya,,,,

Dalam milyaran sel-sel di dalam otakku tak inginku menghapus seujung kukupun memori tentangMu,,,karna mengingatMu hatiku hangat dan bersemi ditengah winter yang menusuk sendi sendi tulang ku,,,

Mama, inilah goresan goresan curahan cintaku padaMu, diluar pucuk surat ini jauh tersimpan kerinduan serta kecintaan ku padaMu,,Mama jika ku boleh berharap,,tak ingin ku hentikan langkah yang sering tersandung dan kadang terjatuh berkali kali ini, tuk bahagiamu,,,

Tak ingin ku berhenti berlaku dan berkata halus padamu,,,sampai tuhan sendiri yang menghentikannya,,, menghentikan nafasku, menutup rapat rapat lisanKu,,baru Kau bisa menyaksikan ku berhenti berkata ‘ Trimakasih atas semua pengorbananMu Mama,

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar