"Tidak ada yang sempurna di dunia.. Jika begitu adanya, mengapa masih mengharap berlebih dari apa yang sudah diberi oleh-Nya? Sekalipun masalah yang menyapa, ia bukan masalah yang tak ada jalan keluarnya. Karena pada-Nya saja, kita mengharap dan meminta.."

Postingan Populer

Label

Pengikut

My Twitter

Kurangi Menonton TV

Mari kita kendalikan teknologi agar teknologi tidak mengendalikan kita!

Sekitar 60 juta anak Indonesia menonton TV selama berjam-jam hampir sepanjang hari. Apa yang ditonton? Anak-anak menonton acara TV apa saja karena kebanyakan keluarga tidak memberi batasan menonton yang jelas. Mulai dari acara gosip selebritis; berita kriminal berdarah-darah; sinetron remaja yang penuh kekerasan, seks, intrik, mistis, amoral; film dewasa yang diputar dari pagi hingga malam; penampilan grup musik yang berpakaian seksi dan menyanyikan lagu dengan lirik orang dewasa; sinetron berbungkus agama yang banyak menampilkan rekaan azab, hantu, iblis, siluman, dan seterusnya. Termasuk juga acara anak yang banyak berisi adegan yang tidak aman dan tidak pantas ditonton anak.

Pengaruh Media terhadap anak makin besar, teknologi semakin canggih & intensitasnya semakin tinggi. Padahal orangtua tidak punya waktu yang cukup untuk memerhatikan, mendampingi & mengawasi anak. Anak lebih banyak menghabiskan waktu menonton TV ketimbang melakukan hal lainnya. Dalam seminggu anak menonton TV sekitar 170 jam. Apa yang mereka pelajari selama itu? Mereka akan belajar bahwa kekerasan itu menyelesaikan masalah. Mereka juga belajar untuk duduk di rumah dan menonton, bukannya bermain di luar dan berolahraga. Hal ini menjauhkan mereka dari pelajaran-pelajaran hidup yang penting, seperti bagaimana cara berinteraksi dengan teman sebaya, belajar cara berkompromi dan berbagi di dunia yang penuh dengan orang lain.

Kenapa Kita Harus Mengurangi Menonton TV?
1.Berpengaruh terhadap perkembangan otak
2. Mendorong anak menjadi konsumtif
3. Berpengaruh terhadap Sikap
4. Mengurangi semangat belajar
5. Membentuk pola pikir sederhana
6. Mengurangi konsentrasi
7. Mengurangi kreativitas
8. Mengganggu kesehatan
9. Merenggangkan hubungan antar anggota keluarga
10.Menjadi Egois Individualis
11.Mengganggu Ibadah dan Dzikir
12.Berbagai bentuk Tayang Kemusyrikan
13.Matang secara seksual lebih cepat

Jadi.. berhati-hati dalam menonton TV secara berkepanjangan. Karena akan berdampak tidak baik bagi tumbuh kembang anak ya. 

Berita Kematian Di Pekan Ini

Siang ini mendengar berita yang diumumkan melalui speaker masjid dekat rumah. Tarnyata kabar duka kembali tersyiar, tetangga saya, seorang lelaki paruh baya meninggal pagi tadi lantaran kumat tekanan darah tingginya. Padahal menurut cerita kerabatnya, semalam almarhum masih bisa bermain bola ping-pong dan ketika disuruh pulang karena larut malam ternyata almarhum enggan pulang, sambil mengatakan; "Saya masih mau main ping-pong, gak mau pulang ahh" begitu penuturan salah seorang anggota keluarganya. Ternyata kalimat tersebut menjadi penanda akhir hidupnya di dunia ini.

Ya Allah.. entah kenapa, ada rasa takut, sedih dan juga was-was ketika mendengar berita kematian. Seakan dunia begitu cepat meninggalkan orang-orang yang telah Allah panggil ke haribaan-Nya. Dan akhirnya saya pun harus bersiap mengalami hal serupa.

Jujur.. saya belum siap. Sungguh, banyak kekhawatiran soal amal ibadah saya, dosa saya dan impian saya. Semua berkecamuk menjadi satu. Masih banyak yang ingin saya capai, tapi juga amal ibadah saya belum banyak jadi saya harus berusaha keras memperbanyak amal dan dosa saya sangat tak terhitung, apakah saya mampu menemui Allah Pencipta saya dalam keadaan berlumur dosa? Masya Allah!

Saya teringat dua hari lalu, tante saya pun dipanggil Allah SWT. Ia seorang tante yang baik, sebenarnya tidak ada hubungan darah antara kami hanya saja sejak menikah, memiliki Rayyan dan sampai saat ini, tante saya turut berperan dalam kehidupan saya sehingga begitu banyak kebaikan yang telah ditorehkannya. Saya terkejut ketika mendengar kabar bahwa ia sedang dirawat di rumah sakit. Konon katanya, ia mau menjalankan operasi ambeien. Namun anehnya.. ketika masuk dalam ruang perawatan, ia masih bisa ketawa ketiwi, wajahnya ceria dan tak nampak sakit. Namun setelah menjenguknya, malamnya ia drop dan kondisinya kritis. Tubuhnya dipasang selang dan beragam peralatan medis. Kami sekeluarga begitu syok karena tante saya itu sampai tidak sadarkan diri dan mengalami koma. Qadarullah, keesokan harinya, ia dipanggil oleh Allah SWT.

Tiga hari belakangan ini..  berita kematian saya dapati. Mulai dari pakdhe saya meninggal di Solo, tante saya meninggal, tetangga saya meninggal dan ketika membaca status FB pun, ada beberapa temannya teman saya di FB yang meninggal juga baik karena sakit maupun kecelakaan. Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Sungguh benar.. Kematian begitu dekat, begitu nyata.
 

Ya Rabb.. semoga kematian dari saudara/i saya, menjadi sebuah perenungan dan introspeksi bagi saya agar segera memperbaiki diri dan bersiap-siap ketika memang ajal saya sudah tiba nanti. Semoga Allah ampuni dosa-dosa saya selama hidup di dunia ini. Allahumma aamiin :'(

Privat Smart One

Butuh guru privat?


*Semua Mapel
*Calistung
*Bahasa Asing
*Al-Quran

Untuk tingkat TK, SD, SMP, SMA atau umum?
Biro Privat Smart One solusinya!!
Hub: sms/WA 081283810066 atau pin BB 75BE6613.

Menjadi PNS

Suami memang bukan PNS seperti yang diinginkan orangtua. tapi kami berusaha tuk menyamai PNS terkait penghasilan bahkan kalau perlu berpenghasilan lebih agar bisa berbagi; ke orangtua, kerabat maupun yang tidak mampu.

Maka.. apapun peluang usaha, kami geluti bersama. terlebih suami memiliki jiwa wirausaha yg cukup baik. alhamdulillah mulai dari usaha biro privat, EO, ayam bakar, busana muslim & mukena khas tasik, modul perkuliahan, sampai usaha musiman seperti kue lebaran dan pernah juga berdagang sapi bali saat Idul Qurban tiba. Apapun itu.. yang bisa menghasilkan maka kami akan mencoba.


Alhamdulillah klopnya juga.. suami mendapatkan istri seperti saya (hehe. GR) yang ahli soal medsos dan cukup mengerti dunia publikasi via blog, fanspage, FB, twitter dll. dan juga saya cukup senang bergelut dalam bidang desain grafis; bikin desain kartu nama, banner, template blog dll. jadiiii.. cocok banget deh, ibarat konsep usaha dari suami dan saya bagian teknisnya. gak perlu nyari orang tuk urus ini itu karena selagi kami bisa. yaa kami berdua yg menghandle. seperti juga saat EO kami diundang isi acara LDKO maka saya dilibatkan sebagai pemateri dan suami terlibat sebagai trainer outbondnya. benar-benar sepaket deh.

Begitulah semestinya pasutri, selagi bisa terus bersama, kami takkan melewatkan kesempatan itu. semoga Allah memudahkan kami mewujudkan impian orangtua kami menjadi PNS (Pasangan Nan Solid) dan bisa membuktikan bahwa dengan berwirausaha kami pun bisa sukses layaknya PNS sungguhan. Insya Allah biidznillah.

Tetiba Saja...

Allahu Rabbi.. betapa mudah segalanya berubah sekejap. Ada yang lagi sehat tetiba sakit dan kritis di rumah sakit. Ada yang masih bisa ketawa-ketiwi meski usianya tak lagi muda tetiba Allah panggil ke haribaanNya. Ada juga yang kemarin-kemarin bertubuh bugar sehat dan baik-baik saja tetiba mengalami kecelakaan dan mengalami cacat pada tubuhnya.

Segalanya bisa saja terjadi.. tanpa kita ketahui, tanpa kita sadari... bahwa bisa saja Allah uji kita dg beragam hal yang tak terduga. Pertanyaannya adalah sudah siap kah kita menerima takdirNya.. menerima ketentuanNya? Allahu Rabbi.. semoga teguran tuk saya melalui saudara/i yang mengalami ujian, dapat membuat saya belajar memperbaiki diri lagi dan menyiapkan bekal kepulangan.
Insya Allah

Laki, Ya Berjamaah Di Masjid!

Saya sering perhatikan suami.. Betapa ia selalu menjaga shalat lima waktunya tepat waktu. Dan lagi, selagi ia bisa dan tidak ada halangan yang berarti. Ia selalu mengusahakan untuk shalat berjamaah di masjid. Dan itu ia lakukan setiap hari, tidak dalam keadaan tertentu.. sekalipun ia baru pulang kerja dan sudah masuk waktu shalat maka ia hanya pulang ke rumah, meletakkan tas nya kemudian pamit untuk mengejar shalat berjamaah di masjid dekat rumah.

Subhanallah.. Ternyata, apa yang suami saya lakukan tersebut nyunnah lho.. Ini bukan perintah yang tidak ada dasarnya. Melainkan langsung dari sabda Rasulullah Saw.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
صَلاةُ الرَّجُلِ في جَمَاعةٍ تُضَعَّفُ عَلَى صَلاتِهِ فِي بَيْتهِ وفي سُوقِهِ خَمْسًا وَعِشْرِينَ ضِعْفًا، وَذلِكَ أَنَّهُ إذَا تَوَضَّأ فَأحْسَنَ الوُضُوءَ، ثُمَّ خَرَجَ إلى المَسْجِدِ، لا يُخرِجُهُ إلاَّ الصَّلاةُ، لَمْ يَخْطُ خَطْوَةً إلاَّ رُفِعَتْ لَهُ بِهَا دَرَجَةٌ، وَحُطَّتْ عَنهُ بِهَا خَطِيئَةٌ، فَإذَا صَلَّى لَمْ تَزَلِ المَلائِكَةُ تُصَلِّي عَلَيْهِ مَا دَامَ في مُصَلاَّهُ، مَا لَمْ يُحْدِث، تقولُ: اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيهِ، اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ، وَلاَ يَزَالُ في صَلاةٍ مَا انْتَظَرَ الصَّلاَةَ
“Sesungguhnya shalat seseorang secara berjamaah dilipatgandakan 25 kali lipat daripada dia shalat di rumahnya atau di pasarnya. Jika dia berwudhu, kemudian dia baguskan wudhunya, dan dia tidak ke masjid kecuali dia hendak shalat, maka dia tidak melangkahkan satu langkah kakinya kecuali diangkat derajatnya dan dihapuskan dosanya. Dan jika dia shalat maka para malaikat senantiasa mendoakannya selama dia masih tetap di tempat shalatnya dan tidak berhadast. Para malaikat berkata, “Ya Allah angkatlah derajatnya, rahmatilah dia,” dan dia senantiasa dalam kondisi shalat selama dia menunggu shalat berikutnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Tuh khan.. betapa fadhilah shalat berjamaah itu luar biasa. Tapi nyatanya, di luar sana... seorang lelaki bahkan para lelaki yang sudah baligh malah menyepelekan sunnah Rasul yang satu ini. Padahal hanya cukup meluangkan waktu dari padatnya aktivitas kemudian berjalan kaki atau dengan berkendaraan menuju masjid untuk shalat berjamaah sudah bernilai pahala 25 kali lipat. Allahu Akbar!

Masih jadi alasan.. untuk males ke masjid? Lho kok kalau jogging aja bisa sejauh 500 m, ehh ini yang cuma 50 m masa' gak sanggup dan gak semangat? Situ laki?! :)

Menikmati Hari Tua

Tetiba rindu ini membuncah.. Membuat diri semakin merindu, akan sosok ibu. Seorang ibu yang senantiasa berjuang membahagiakan anak-anaknya. Memenuhi permintaannya sekalipun terasa sulit. Dan seorang ibu yang rela bangun malam demi menengadahkan tangannya memohon yang terbaik pada Sang Pencipta untuk bisa selalu menjaga putra/i tercinta.

Dan pada akhirnya, waktu berjalan begitu cepat... Ternyata "sentil"an itu datang juga. Ya! Melalui status BBM ibu saya yang tertera di layar ponsel saya... Begini isinya:


Poin pentingnya... saya diingatkan secara ga langsung bahwa sebenarnya orangtua sudah semakin menua. Dan ibu saya membuat status tersebut "menikmati hari tua" seakan memanggil saya untuk segera action berusaha memberikan kebahagiaan untuknya. Dan betul saja... tetiba masuk pesan singkat di HP sayan yang berbunyi "Mbak, kapan lagi ke Blue Plaza"?

Wah... Ini seperti sebuah petunjuk, untuk menjadi jalan menyenangkan hati orangtua terutama ibu saya. Saya jadi teringat, bahwa kami pernah pergi ke Blue Plaza dan mencoba pijat refleksi di sana. Sungguh, saat itu ibu saya minta nambah sampai dua kali dipijat, katanya ia sungguh ketagihan karena pijatannya benar-benar terasa.

Dan... Sampai pada akhir pekan. Semoga, besok bisa pulang ke Bekasi dan menemaninya ke Blue Plaza demi mengabulkan permintaannya untuk melakukan pijat refleksi. Mungkin ini sederhana, tapi Allah Maha Baik yah... Allah masih kasih kesempatan untuk bisa berbakti pada ibu, selagi ia masih hidup, masih diberi kesehatan.. Dan selagi ia masih bisa menikmati hari tuanya. Semoga Allah memudahkan saya berbakti hingga akhir usianya. Aamiin :')

Format HTML Bermasalah

Masya Allah..

Luar biasa. Semalaman ngutak-atik blog.. ternyata ada HTML yang ga rapi jadi ga kedetect pemrogramannya. Alhasil seharian penuh di depan laptop, Rayyan sampai tertidur sendiri, dan abinya Rayyan juga udah tidur pules.. Hiks, sekarang lagi terus berjuang, menemukan penyakit sesungguhnya nih. Semoga ketemu dan berhasil dikembalikan seperti semula ya..