"Tidak ada yang sempurna di dunia.. Jika begitu adanya, mengapa masih mengharap berlebih dari apa yang sudah diberi oleh-Nya? Sekalipun masalah yang menyapa, ia bukan masalah yang tak ada jalan keluarnya. Karena pada-Nya saja, kita mengharap dan meminta.."

Postingan Populer

Label

Pengikut

2 Tahun yang Terlewati

Dulu... sebelum Rayyan menginjak usia 2 tahun. Saya selalu menyemangati diri:
Deas... cuma 2 tahun kok..
 
Kamu harus setia dengan baju berkancing depan.
 
Kamu harus setia dengan pundak yang pegal karna menggendong.
 
Kamu harus setia dengan omongan orang tentang keputusanmu yang tak memberikan dot/empeng untuknya.

Cuma 2 tahun kok... Kamu bisa menunjukkan bukti cintamu padanya, dekat dan lebih hangat. Bahkan lama dalam dekapan.

Karena setelah itu... Kamu akan melihat ia tumbuh besar, berlari kesana kemari, susah untuk digendong bahkan didekap. Maka, jangan sia-siakan 2 tahun kebersamaanmu dengan Rayyan ya...


#‎ngomongsamadirisendiri‬

Ehh,, gak taunya.. gak terasa, 2 tahun itu terlewati. Rayyan harus mulai disapih. Hiks... akan sulit mendekapnya kalau ia sudah makin besar ya. But, tetap nikmati siklus yang ada aja. Bismillah yaa :)

Mungkin Inilah Jodoh

Mungkin ini yg dinamakan berjodoh.. Saling melengkapi kekurangan satu sama lain.
 
Abinya rayyan mungkin bukan orang yg cukup detail, ada saja hal yg kurang ketika mem-prepare sesuatu. Dan qadarullahnya uminya rayyan hadir tuk bisa membantu 'prepare' sesuatu secara detail.

Abinya rayyan mungkin bukan orang yg romantis dg mengajak nge-date berdua (karna juga rayyan harus ngikut terus umi abinya. Hehe) tapi justru dg hadirnya uminya rayyan ternyata membuat hari2 lebih romantis meski harus kemana2 bertiga. 

Abinya rayyan seringkali naruh barang disembarang tempat dan takdirnya pun memiliki seorang istri yg telaten membereskan barang2 yg berserakan dan sembarang tersebut (walaupun sesekali sambil ngomel hehe).

Apapun itu yg ada pada diri abinya rayyan... Uminya rayyan tetap bersyukur karena abinya rayyan tetap semangat mencari nafkah buat umi dan rayyan.. Karena abinya rayyan meski tidak romantis secara kata2 namun ia selalu menyempatkan waktu tuk kumpul bersama umi dan rayyan sekalipun ditengah padatnya kerjaan dan amanah dakwah.

Dan yg lebih keren.. Karena abinya rayyan lah, rayyan bisa hadir di dunia ini, dg menjadi anak yg sehat, ganteng serta sholeh.

PS: Jika ada seribu kekurangan yg terlihat oleh mata pada pasangan kita.. Maka rasakanlah dg hati bahwa satu kelebihan dari pasangan kita merupakan hal yg patut disyukuri..

Terima kasih abinya rayyan :)

Syukuri Aja Apa yang Ada

Sebenarnya..

Mensyukuri apa yg ada itu mudah.
Lihatlah mereka yg masih pada jomblo, saya sudah punya teman gandeng yg setia menemani.
Lihatlah mereka yg sudah menikah dan sama2 berpendidikan/karir tinggi tapi belum dikaruniai anak, saya sudah punya rayyan yg tumbuh sehat dan baik. 
Lihatlah mereka yg telah berumah tangga dan telah memiliki rumah, mobil dan harta benda lainnya dari tabungan mereka.. sy alhamdulillah dapat tinggal dan berpergian dg kendaraan meski pinjam dg mertua. 
Lihatlah mereka yg bisa berpergian dg keluarganya ke luar negeri, sy alhamdulillah selalu bisa kumpul bersama orangtua, suami dan anak meski harus bolak-balik jakarta-bekasi aja.
Lihatlah mereka para istri dan ibu yg berpendidikan sampai S3, sy tetap bersyukur jd ibu rumah tangga yg berpenghasilan dari rumah dan tetap bisa mengawasi anak.

daaan... lihatlah mereka saudara/i kita di palestina yg makan dan tidur aja susah, maka tetap bersyukur sehari-hari saya masih bisa tercukupi kebutuhan hidup dari nafkah sang suami.
Sungguh.. apalagi yg mau dikeluhkan. mencoba cari alasan sebanyak-banyaknya tuk lebih mensyukuri apa yg sudah ada sekarang ini. Alhamdulillah alaa ni'matillah..

Seorang Ibu Harus 3-T

Menjadi seorang ibu memang harus 3T; semangaT, kuaT dan hebaT. 
SemangaT dalam menjalani tugas dan perannya; mengurus anak dan suami sekaligus rumah. belum lagi tidak sedikit yang membantu mencari nafkah demi membantu suami. meski berpeluh2.. setelah mencuci baju, menyetrika kemudian memandikan dan menyuapi anak sekaligus menyiapkan makan sebelum suami pulang. luar biasa harus semangaT kan?

KuaT dalam menerima komentar2 negatif ketika apa yang sudah diperbuatnya selalu dipandang buruk oleh orang lain. rumah berantakan, anak yang berpakaian lusuh serta belepotan makanan di tubuhnya. semua dikomentarin orang minimal tetangganya "idih itu anak jorok banget, bajunya kotor, makannya belepotan kayak ga keurus aja sama ibunya". hal kayak gini harus siap diterima oleh para ibu, klo ga kuaT bisa2 stress dan depresi menjalaninya. padahal yang tahu kan kita.. klo kita sudah berusaha maksimal mengurus semuanya tapi ya memang ga bisa kepegang semua apa lagi kalau tanpa bantuan asisten rumah tangga.

HebaT disaat semua yang terjadi; pekerjaan rumah tangga yg menumpuk, komentar negatif yang diterima.. kesemuanya itu bisa dijalani dan dilalui dengan penuh keikhlasan dan kesabaran. dan apalagi ketika anak atau suami diuji dengan penyakit, dan lagi2 sang ibu yang harus super duper menghandle semuanya mulai dari urus anak atau suami yang sakit, urus rumah, belum lagi urus pekerjaan (bagi yang bekerja). lantas kapan ada waktu tuk urus dirinya sendiri? maka. hebaT lah para ibu yang bisa merangkap peran.. peran sebagai ibu (mengurus anak dan suami), bapak (memperoleh penghasilan) sekaligus sebagai pembantu rumah tangga (mengurus pekerjaan rumah).

Subhanallah.. sebuah apresiasi bagi para ibu... di manapun berada. Tetap semangat ya para ibu.. Semoga peluh yang tercurah, Allah gantikan dengan pahala berlipat ganda. Aamiin ya Rabb

Terlalu Merasa

suka merasa "kok saya diberi amanah banyak ya?".

suka merasa "wah, kok saya bisa jadi ketua acara ini ya?
 
suka merasa "gak nyangka, peranku memang dibutuhkan orang banyak"

Padahal.. boleh jadi kita dipilih atau terpilih dalam sebuah pemilihan lantaran bukan karena kita berkompeten dalam menjalankan amanah tersebut... melainkan orang lain me'lempar' amanah itu karena kebanyakan orang tak mau menerima atau menjalankan amanah tersebut.
Kita sudah terlanjur kePD-an; merasa dibutuhkan, merasa pantas menerima amanah tersebut, merasa jago dan merasa jadi perhatian banyak orang. padahal bukan demikian.. melainkan orang lain sedang memanfaatkan kita. Memanfaatkan kemampuan kita, kepercayadirian kita sehingga kita bangga menjadi seorang pemimpin dalam pemilihan tersebut. sangat disayangkan.. padahal belum tentu kita kapabel dalam bidang tersebut.

Karena Doa Terdahulu

Sungguh.. apa yang terjadi hari ini barangkali merupakan result dari doa-doa kita terdahulu. sejenak mari kita mengingat; apa yang dulu kita pinta, harap dan doa dengan penuh kekhusyuan. dan apabila hal itu terjadi saat ini, berarti doa dan pinta kita telah IA ijabah. atau kalau kita merasa yang terjadi saat ini bukanlah sesuai pinta dan doa. mungkin adalah berkat doa2 di sekelilingmu; doa dari orangtua, saudara, teman bahkan orang-orang yang tidak mengenal kita namun pernah dibantunya urusan oleh kita. itulah ajaibnya doa.. membuat yang tidak mungkin bisa mungkin terjadi. kalau tidak saat kita berdoa dulu mungkin ya terijabah saat ini.

Dan apabila.. yang terjadi hari ini adalah sebuah kemaksiatan yang dilakukan, musibah maupun segala suatu yang tidak baik diterima. barangkali.. tanpa sadar dulu kita memanjatkan doa yang salah, bahkan doa mengutuk yang tanpa sadar terucap atau bahkan karena doa-doa orang lain yang telah kita zhalim kepadanya.

Maka dari itu.. jangan remehkan doa meski hanya lirih kita berpinta dalam hati. namun Allah sangat jelas mendengarnya dan bisa mengabulkan kapan saja waktu yang terbaik menurut-Nya.

Mari biasakan berpikir lebih dahulu, sebelum lirih berpinta dalam hati maupun lantang berdoa sehabis shalat 5 waktu. agar.. doa terbaik yang keluar dari lisan kita. Insya Allah.

Edisi WWL Rayyan #2


Bismillah..

Malam ini kali kedua membiasakan rayyan tidur malam tanpa "ritual" yang biasa dijalaninya. Melihat jam dinding sudah pkl 21.00 maka saya segera beraksi. Pengalaman kemarin menunjukkan bahwa proses menidurkan rayyan butuh waktu kurang lebih 1 jam. Alhasil sejak pukul 21.00 saya mulai memadamkan lampu kamar, mematikan saluran tv dan seperti biasa mengajak rayyan bermain bersama di kasur dalam kondisi remang-remang. Lagi- lagi gelak tawa yang keluar dari mulut mungilnya sambil teriak-teriak histeris karena kegelian dikelitikin abinya. Sedangkan saya sembari mengajaknya berdialog "Ayo nak tidur.. sudah malam. besok kan mau main lagi sama kak zee-zee (anak tetanggan sebelah)". Rayyan tak memperdulikan ucapanku, ia terus asyik bermain dengan abinya hingga tertawa geli. Sementara saya menyiapkan tenaga tuk membuatnya tertidur, memberi minyak telon agar menghangatkan tubuhnya, kemudian menempatkan bantal dan guling di sisinya agar membuatnya nyaman. Setelah puas bermain dengan abinya dalam kondisi gelap-gelapan.. Saya dan suami berpura-pura tidur dan akhirnya membuat rayyan pun turut ambil posisi di tempat yang sudah saya siapkan. Rayyan seolah galau.. ia berpindah-pindah posisi, membalikkan tubuhnya, mencoba bangunkan uminya "Umii.. umii.." nihil tak ada jawaban dari uminya karena saya pura-pura tidur. Kemudian dengan mata sambil mengintip gerak gerik rayyan.. ia memandang ke sekeliling ruangan sambil menghela nafas dan berujar " Haduuhhh.. capek". Saya yang mendengar tak bisa menahan tawa karena tingkah rayyan yang demikian. Alhasil rayyan mulai rewel dan memaksa saya memberikan apa yang ia mau. Namun saya bangun dan langsung mengatakan. "Aduh nak.. umi jadi kebangun nih. Yuk kita bobok sama-sama. Umi elus-elus punggungnya ya". Skhirnya rayyan mau menuruti perkataanku. Ia membalikkan tubuh namun ketika dielus punggungnya ia seolah tak mau.. Ternyata setelah saya coba mengelus bagian tubuhnya yang lain yakni betisnya, ia terdiam dan seolah menikmati. Seketika suasana hening, sepi dan kian sunyi. Rayyan pun berhasil tertidur (lagi) tanpa ritual yang biasa ia jalani.

Barakallah nak.. kamu semakin pintar. Semoga dimudahkan melalui fase ini yah :)